Wisuda
Akhirnya setelah lama ber-hiatus ria, saya kembali meng-update blog ini. Tapi saya tidak benar-benar hiatus sih, cuma memang lagi tak ada bahan tulisan dan tak ada waktu untuk memikirkan bahan tulisan (hehe alesan aja neh). Dali ini saya kembali dengan tulisan yang akan memuat mengenai wisuda saya yang dilaksanakan pada tanggal 18 April 2009 kemarin.
Inilah momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para mahasiswa sedunia
Momen yang paling penting yang saya yakin banyak mahasiswa yang tidak sabar menunggu (alias yang kebelet pengen cepet-cepet selesai kuliah, seperti saya dulunya). Yep, WISUDA. Akhirnya saya diwisuda juga dan resmi menjadi sarjana pada tanggal 18 April kemarin di gedung Jakarta Convention Center (JCC).
Perasaan senang, bangga, sekaligus cemas tentunya bercampur aduk. Ada kurang lebih 980 orang dari berbagai fakultas yang saat itu diwisuda. Senang karena akhirnya tercapai juga impian bisa selesai kuliah. Padahal katanya Atma Jaya itu gampang masuknya, susah keluarnya
Bangga karena saya bisa memenuhi keinginan kedua orang tua saya (yah, setidaknya orang tua saya tidak perlu lagi menyiapkan uang setiap semester untuk bayar kuliah yang tak tanggung-tanggung mahalnya itu
). Tapi juga ada perasaan cemas. Cemas bagaimana ke depannya nanti. Bayangkan saja, ada hampir 900-an sarjana dengan lapangan kerja yang tidak banyak tambah lagi dengan krisis global yang terjadi saat ini sehingga banyak perusahaan yang mengalami downsizing. Bagaimana tidak cemas? Sukur-sukur kalau langsung dapat kerjaan. Lah kalau masih nganggur? Dengan keadaan seperti ini, agak sulit mencari pekerjaan. Apalagi jumlah pencari kerja yang jauh lebih besar dari jumlah lapangan kerja yang tersedia. Hal ini tentu saja membuat para pemberi kerja memiliki nilai bargain yang jauh lebih besar dibandingkan para pencari kerja.
Dengan diwisudanya saya, maka resmilah sudah saya menjadi seorang sarjana. Kalau kata teman saya, namanya jadi Regina, SE
Saya pun merasa senang, bangga sekaligus cemas. Tapi untuk sementara ini, saya hanya bisa berfokus dengan apa yang saya hadapi saat ini. Tidak lupa juga dengan terus berdoa. Ora et labora yang artinya berdoa dan bekerja
P.s. Duh, jarang-jarang di make up hehe. Kapok deh. Mana pake alis palsu segala lagi
Tambah lagi kebaya nan gatal hahaha. Susah emang kalo gak biasa





