Wisata Kota Tua

2008 Desember 8

Sungguh sangat menyenangkan akhirnya saya bisa bertemu kembali dengan teman-teman Forum Lautan Indonesia, forum online yang sudah tiga tahun ini saya ikuti, dalam acara Wisata Kota Tua (a.k.a Kopdar :P ) tanggal 7 Desember kemarin. Ini adalah kopdar ketiga yang saya ikuti selama menjadi member. Kopdar pertama yang saya ikuti adalah Kopdar Karaoke di T-Rex Grand Indonesia. Kopdar yang kedua adalah buka puasa bareng di foodcourt Plaza Semanggi dan yang ketiga adalah wisata Kota Tua (meskipun saya gak ikutan puasa, tapi untuk acara kumpul-kumpul sih saya mau-mau aja hehehe). Sebenarnya sih, tujuan utama wisata Kota Tua ini adalah bernarsis ria, secara lokasi acara juga sangat mendukung. Jadi mungkin sebaiknya tema acaranya adalah “Wisata FOTO di Kota Tua” (hehehe, maklum narsisnya gak ketulungan soalnya).

Kunjungan Museum BIPukul 10:00 WIB para anggota berkumpul di halte Busway Kota. Tapi seperti biasanya, pada ngaret satu jam. Dari sana kami kemudian berjalan menuju Museum Bank Indonesia. Sebetulnya itu adalah kali pertama saya jalan-jalan ke daerah Kota Tua, apalagi ke museum. Begitu masuk ke museum, kami pun langsung memuaskan hasrat bernarsis ria. Foto sana foto sini. Ternyata di museum BI ini pengunjung tidak dipungut biaya dan hanya perlu mengisi daftar kunjungan saja. Ruang pertama yang kami kunjungi adalah Ruang Peralihan di mana kami sempat ikutan bermain tangkap koin. Berikutnya kami memasuki ruang teater yang memutar film mengenai Bank Indonesia yang berdurasi selama 11 menit. Kami juga sempat masuk ke tempat penyimpanan uang dari berbagai zaman.

Selesai dari Museum BI, kami pun melanjutkan perjalanan ke Kota Tua. Sambil jalan juga tetep sambil foto-foto (hehehe). Sebelum berpetualang di Kota Tua, kami makan siang terlebih dahulu. Perut keroncongan kan gak enak dibawa jalan. Kami makan siang di sebuah restoran bernama Kantin Mega Rasa di daerah Kota Tua. Selesai makan barulah kami ke Museum Fatahillah. Ini juga kali pertama saya ke Museum Fatahillah tentunya.

Kunjungan Kota Tua (di depan Museum Fatahillah)Kesan pertama saat memasuki museum adalah “TIDAK TERAWAT”. Sungguh sangat disayangkan. Pengunjung hanya dikenakan biaya Rp 2000 untuk umum, Rp 1000 untuk mahasiswa dan Rp 600 untuk anak-anak. Sungguh sangat berbeda dengan Museum BI yang terawat dan berteknologi canggih, Museum Fatahillah justru terlihat kumuh dan kotor. Mungkin karena tiketnya juga kemurahan kali ya.

Setelah membeli tiket, kami pun mulai berkeliling. Sayangnya pengunjung tidak dituntun oleh seorang guide dan harus mengelilingi museum sendiri. Tidak ada pemandunya sehingga kami pun hanya mengira-ngira (yang saya rasa juga kira-kiranya bener-bener ngawur hehehe) sejarah apa yang ditampilkan oleh objek museum di sana. Hanya ada sebuah kertas petunjuk yang digantung/ditempel di objek yang bertuliskan sedikit informasi mengenai objek yang dipajang. Tapi juga kebanyakan koleksinya hanya berupa bangku-bangku dan meja-meja, juga lemari-lemari besar dan beberapa lukisan. Namun yang paling berkesan adalah saat saya masuk ke dalam ruangan yang merupakan bekas penjara air. Penjaranya terdiri dari sebuah ruangan kecil dengan tinggi kurang lebih 150 cm (saya sampai harus merunduk). Konon katanya dulu ruangan tersebut terendam air yang tingginya hampir mencapai langit-langit ruangan sehingga seluruh tubuh tahanan yang dikurung di dalamnya terendam air. Sungguh sangat kejam.

Setelah puas berkeliling dan berfoto ria di Museum Fatahillah, kami pun siap-siap berangkat ke Grand Indonesia untuk karaoke bersama. Namun sungguh sangat disayangkan ternyata tempat karaoke yang ada ternyata tutup. Akhirnya kami pindah ke Plaza Semanggi dengan harapan tempat karaoke yang di sana juga buka. Tapi ternyata tutup juga. Jadinya kami memutuskan untuk makan malam saja di Sky Dining lantai 10 Plaza Semanggi sambil ngobrol dan bercanda.

Saya benar-benar sangat bahagia hari itu. Meskipun sangat lelah karena jalan-jalan seharian, tapi senang sekali bisa berkumpul dengan teman-teman. Terkadang sulit dipercaya bahwa saya bisa memberanikan diri untuk bertemu dengan teman-teman dari dunia maya. Saya akui bahwa ada orang-orang yang tidak mempercayai segala hal yang berbau dunia maya. Apalagi sampai ketemuan dan sebagainya. Tapi ternyata sungguh sangat menyenangkan bisa bertemu orang-orang yang mempunyai hobi dan minat yang sama.

Galeri

Kunjungan Museum BI Museum Bank Indonesia Museum Bank Indonesia Ruang Penyimpanan Uang Ruang Penyimpanan Uang Bank Indonesia Kota Tua  Kota Tua Kota Tua Kota Tua

Satu Tanggapan leave one →
  1. 2008 Desember 9

    uiii.. ini lokasinya deket kantor gw dulu.. jadi kangen. :)

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS