Relung-Relung Gelap Hati Sisi [Buku]

2010 Februari 5
oleh Regina

“Eh, gue udah selesai baca Perahu Kertas, nih. Udah nangkring di blog ulasannya.”

“Cepet juga lo.”

“Ya iyalah. Kalau bukunya bagus sih memang gitu.”

“Nah, lo udah baca banyak bukunya Dee. Sekarang, gue tanya dulu, lo siap dengan sesuatu yang berbeda?”

“Bring it on, hun!”

Good. Sekarang kalau ke toko buku, beli aja bukunya Mira W yang judulnya ‘Relung-relung Gelap Hati Sisi’”

“Hah? Mira W? Sumpe lo?!”

“Sumpeeeeee, Regy!”

Bukannya bermaksud kaget. Tapi saya memang beneran kaget waktu sahabat saya itu menyebut nama seorang penulis senior novel Indonesia, Mira W. Sebelumnya saya belum pernah membaca satu pun buku karangan Mira W. Soalnya sahabat saya, yang gemar merekomendasikan buku wajib dibaca, tidak pernah merekomendasikan. Baru kali ini.

Nada sahabat saya, atau lebih tepat tulisannya karena kami mengobrol lewat YM, sangat menantang. Karena ogah ditantang, maka keesokan harinya saya langsung tancap ke toko buku. Celingak-celinguk sebentar mencari buku yang direkomendasikan sampai akhirnya saya menyerah juga. Buset. Ini anak rekomendasiin buku tahun kapan? Akhirnya tanya ke Customer Service. Ternyata ada! Saya pulang dan mulai melahap buku yang baru saja saya beli. Halaman demi halaman bergulir cepat, kata demi kata saya telusuri. Sampai akhirnya saya baru ngeh. It’s a lesbian story. Jadi itu maksud sahabat saya dengan “sesuatu yang berbeda.”

read more…

Perahu Kertas [Buku]

2010 Februari 3
oleh Regina

Sebagai tulisan perdana saya di tahun 2010 ini, saya memilih untuk menulis resensi buku Perahu Kertas hasil karya seorang penulis terkenal: Dee. Dari beberapa buku yang sebenarnya sudah selesai saya baca sebelumnya, namun resensinya belum sempat saya tulis (masih terparkir rapi di draft), saya pun memilih menulis resensi Perahu Kertas. Kenapa? Karena buku inilah yang paling mengesankan, dan tentu saja yang paling mudah diikuti.

Jujur, saat membaca bagian-bagian awal buku ini saya sempat kaget. Lho, genre-nya kok metro-pop abis??? Batin saya dalam hati. Berbeda dengan novel-novel Dee yang sebelum-sebelumnya. Sejenak saya merasa seperti sedang membaca novel Chicklit (Chick Literature) Tapi begitu membaca lebih lanjut baru saya merasa bahwa memang genre boleh metro-pop, tapi gaya penulisannya masih tetap Dee. Maksudnya genre metro-pop tapi masih agak sedikit lebih “berat” dari novel Chicklit. Namun, meskipun gaya penuturannya khas anak muda metropolitan yang nampak dalam dialog antar tokoh, tapi begitu masuk ke bagian narasinya, masih khas Dee ;) Artinya, masih membutuhkan sedikit imajinasi dan pemikiran untuk bisa memahami maksud yang ditulis.

read more…

A Thousand Splendid Suns

2009 Oktober 11
oleh Regina

a-thousand-splendid-sunsKisah yang memilukan. Itulah yang saya rasakan saat membaca buku ini, saat membaca kisah kehidupan Mariam dan Laila, dua orang perempuan Afghanistan, yang menggambarkan secara keseluruhan mengenai kehidupan para perempuan Afghanistan.

Mariam terlahir sebagai seorang perempuan Afghan, dan sebagai seorang harami (anak haram) pada tahun 1959. Semasa kecilnya Mariam hidup di sebuah desa, Gul Daman, bersama ibunya di sebuah kolba dan hidup dalam kemiskinan. Kelahirannya sebagai seorang anak di luar nikah merupakan aib tidak hanya bagi ibunya, Nana, tapi juga bagi ayahnya, Jalil, dan keluarganya. Keluguan, rasa penasaran akan dunia di luar Gul Daman, dan keinginan untuk bisa dicintai dan hidup bersama ayahnya, merupakan awal dari kisah menyedihkan Mariam.

Mariam memutuskan untuk pergi dari Gul Daman menuju Herat untuk menemui ayahnya. Diluar dugaannya, Jalil bahkan tidak ingin bertemu dengannya. Mariam pun kembali ke Gul Daman dan mendapati ibunya yang telah meninggal. Sepeninggalan ibunya, ayah Mariam membawanya ke Herat dan menikahkannya dengan seorang pria yang berusia 40 tahun dan berasal dari Kabul, seorang pengusaha dan pemilik toko sepatu bernama Rasheed. Dan saat itu Mariam hanyalah seorang gadis berusia 15 tahun. Kehidupan pernikahannya dengan Rasheed pun tak lebih baik karena Mariam sendiri tidak bisa memberikan keturunan bagi Rasheed. Meskipun pernikahan mereka masih tetap bertahan hingga bertahun-tahun kemudian, namun bagi Rasheed, Mariam tak lebih dari sebuah beban yang harus ditanggungnya.

read more…

Vacation at Belitung Island

2009 Oktober 6

peta_belitungAkhirnya keinginan saya untuk berlibur tercapai sudah. Dan Pulau Belitung lah yang menjadi tujuannya. Sedikit mengenai Pulau Belitung sebelum saya menceritakan liburan saya di sana.

Belitung, atau Belitong (bahasa setempat, diambil dari nama sejenis siput laut), dulunya dikenal sebagai Billiton adalah sebuah pulau di lepas pantai timur Sumatra, Indonesia, diapit oleh Selat Gaspar dan Selat Karimata. Pulau ini dahulu dimiliki Britania Raya (1812), sebelum akhirnya ditukar kepada Belanda.

Pulau Belitung terbagi menjadi 2 kabupaten yaitu Kabupaten Belitung, beribukota di Tanjung Pandan, dan Belitung Timur, beribukota Manggar.Sumber daya alam yang tak kalah penting bagi kehidupan masyarakat Belitung adalah timah. Sedangkan penduduk Pulau Belitung terutama adalah suku Melayu (bertutur dengan dialek Belitung) dan keturunan Tionghoa Hokkien dan Hakka. (Source: Wikipedia)

read more…

The Witch of Portobello

2009 September 19

The Witch of Portobello by Paulo Coelho“The Witch of Portobello” atau “Sang Penyihir dari Portobello” adalah novel karya terbaru dari Paulo Coelho, dan yang tak diragukan lagi, adalah salah satu yang terbaik dari karya-karya lainnya yang tak kalah menarik.

Salah satu keunikan dari buku ini adalah bagaimana cara Paulo Coelho menuliskan ceritanya. Berbeda dari buku-bukunya yang lain, cara Paulo Coelho menulis kali ini dengan menggunakan beberapa karakter dalam menceritakan Athena (a.k.a Sherine Khalil/The Witch). Karakter-karakter tersebut – seorang jurnalis, ibu Athena, guru pagan Athena, mantan suami, muridnya, dan beberapa karakter lainnya – menceritakan interaksi mereka dengan Athena. Dari situlah karakter utama, Athena, tercipta.

Plot ceritanya sendiri adalah mengenai kehidupan Sherine Khalil, yang lebih suka dipanggil Athena. Athena dilahirkan sebagai seorang gipsi dari seorang wanita yang berhubungan dengan pria gadje (non-gipsi), yang kemudian membuangnya di sebuah panti asuhan di Rumania. Athena kemudian diangkat dan dibesarkan oleh keluarga Khalil dan tinggal di Beirut. Saat kekacauan terjadi di Beirut, Athena dan keluarga angkatnya pindah ke London. Di sanalah dia bertemu dengan seorang pria yang kemudian menjadi suami dan ayah dari anaknya.

read more…