Weekend kemarin, tepatnya hari Sabtu tanggal 23 Mei, saya dan 4 orang teman dari universitas berpetualang ke Bandung. Maka dengan hanya bermodalkan GPS dan uang di dompet, kami berlima nekat ke Bandung demi memenuhi hasrat untuk menghilangkan penat dan stres (hehehe).
Hari Sabtu, kami semua berkumpul di kampus tercinta. Kangen juga setelah lama tak berkunjung (maaf sedang lebay). Dari sana kami berangkat menuju Bandung sekitaran jam 9:30 pagi, melewati tol Cipularang. Dan begitulah, karena hanya bermodalkan nekat dan GPS, makanya “nyasar-nyasar” melulu (padahal udah pake GPS, loh hahaha). Sebenarnya sih gak nyasar-nyasar amat, cuma sering salah ambil jalur, jadinya harus muter-muter lagi
Setelah beberapa tahun yang lalu, tepatnya di tahun 2006, Ron Howard menytradai film yang diangkat dari novelnya Dan Brown, yaitu Da Vinci Code, Ron kembali menyutradai film yang juga berkisah tentang petualangan Robert Langdon, yang juga diangkat dari karya Dan Brown, yaitu Angels and Demons.
Kalau dalam petualangan yang sebelumnya Robert Langdon berusaha mencari tahu siapa dibalik pembunuhan seorang kurator ternama yang kemudian membawayanya pada misteri di mana tubuh Maria Magdalena dimakamkan. Namun kali ini kisah petualangan Robert membawanya pada pemecahan misteri mengenai Illuminati (”musuh bebuyutan” Gereja jaman dulu).
Film Angels and Demons ini dimulai dengan kematian Sri Paus (pemimpin umat Katolik di seluruh dunia). Beberapa hari setelah kematian Sri Paus, pihak Gereja menerima sebuah fax yang berisikan simbol dari sebuah perkumpulan yang menamai dirinya Illuminati. Tidak hanya itu saja, ada 4 orang kardinal yang menjadi calon kuat pengganti Sri Paus pun diculik dan kelompok Illuminati ini memberikan ancaman akan membunuh keempat kardinal tersebut di tempat-tempat tertentu sebagai pembalasan dendam mereka untuk Gereja. Dan yang paling parahnya lagi, pihak Illuminati mencuri sebuah hasil penelitian, sebuah bom berkekuatan dahsyat, dan mengancam akan meledakkan seluruh Vatikan.
Hari ini, tepatnya 22 tahun yang lalu, telah lahir seorang bayi mungil nan lucu yang kemudian diberi nama Regina (hehehe). Begitulah, 22 tahun yang lalu aku terlahir di dunia ini. Tak dapat kurasakan, namun aku tahu betapa bahagianya kedua orang tuaku atas kelahiran anaknya yang pertama ini
Dapat kurasakan betapa besar cinta kasih kedua orang tuaku untukku, yang hingga saat ini dan sampai kapan pun akan tetap ada.
Oleh karena itu, pada postingan kali ini aku ingin mengucapkan banyak-banyak terima kasih untuk kedua orang tuaku atas kasih sayang yang telah diberikan sejak aku masih kecil hingga saat ini. Betapa besar pengorbanan yang telah kalian berikan untukkku hingga aku bisa seperti saat ini. I LOVE YOU, MOM, DAD
Tidak lupa juga kuucapkan terima kasih kepada kedua adikku, Christian dan Vincent, atas cinta, kasih sayang dan dukungannya.
Baru seminggu yang lalu saya diwisuda, eh sudah pada diajakin reunian kecil-kecilan hehehe. Yap, begitulah yang terjadi semalam. Saya dan empat orang teman saya yang sudah menjadi alumni dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (duilehhh) berkumpul di mall favorit sepanjang masa, Plaza Semanggi.S elesai dari Plaza Semanggi, tadinya mau nonton di XXI Senayan City. Tapi apa daya, malam minggu sepertinya semua masyarakat Jakarta harus memenuhi kebutuhannya akan film. Jadinya setelah muter-muter tanpa hasil, kami memutuskan untuk latihan vokal alias karaoke
Sambil kumpul-kumpul dan makan malam, kami pun saling bertukar kabar. Satu yang berbeda dariĀ saat masih kuliah: topik obrolan. Kalau dulu, waktu masih jaman-jamannya kuliah, topik obrolannya selalu berkisar antara tugas kuliah, minjem PR, bahan kuis, tak ketinggalan juga soal film, diskonan, ataupun gosip (hehehe). Tapi kali ini topiknya adalah seputar pekerjaan. Dasar nih, kerjaan pada jadi marketing di bank, malah saling prospek-in satu sama lain hahaha. Haduh, dasar nih ABG (alias Anak Baru Gawe
)
Akhirnya setelah lama ber-hiatus ria, saya kembali meng-update blog ini. Tapi saya tidak benar-benar hiatus sih, cuma memang lagi tak ada bahan tulisan dan tak ada waktu untuk memikirkan bahan tulisan (hehe alesan aja neh). Dali ini saya kembali dengan tulisan yang akan memuat mengenai wisuda saya yang dilaksanakan pada tanggal 18 April 2009 kemarin.
Inilah momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para mahasiswa sedunia
Momen yang paling penting yang saya yakin banyak mahasiswa yang tidak sabar menunggu (alias yang kebelet pengen cepet-cepet selesai kuliah, seperti saya dulunya). Yep, WISUDA. Akhirnya saya diwisuda juga dan resmi menjadi sarjana pada tanggal 18 April kemarin di gedung Jakarta Convention Center (JCC).



